Rabu, 03 Februari 2016

POSE ... AND CLICK ...!

POSE ... AND CLICK ...!
- Julia Rosmaya

Bagi ibu pekerja yang tinggal di Jakarta, bangun jauh sebelum subuh serta menyiapkan sarapan dan keperluan anak suami adalah suatu hal yang biasa. Saya biasanya sudah ada di depan kompor pukul 3.30 pagi untuk menyiapkan sarapan dan bekal makan siang, dikarenakan pukul 5.30 mereka harus sarapan. Sedari anak-anak kecil, saya mewajibkan sarapan. Sarapan menurut saya waktu makan yang paling terawasi sehingga tidak ada yang boleh meninggalkan rumah bila belum sarapan.

Paling lambat jam 6, kami anak beranak sudah keluar. Lewat dari jam itu, maka jalanan di depan sekolah anak-anak sudah sangat padat. Untuk menghindarinya maka anak-anak sudah terbiasa menjadi murid yang paling awal sampai di sekolah. Untungnya mereka tidak keberatan.

Sebelum pukul 6.30, saya dan suami sudah harus masuk tol JORR melalui pintu tol Bintara/Pondok Kopi. Lebih lambat dari itu, maka antrian masuk tol Cikampek di Cikunir sudah sangat padat.

Saya mulai bekerja di Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian (BUTTMKP) yang berlokasi di Cikarang Barat Bekasi sejak awal tahun 2011. Sebelumnya saya bekerja di Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon. Sebagai petugas karantina kesediaan untuk ditempatkan dimana saja memang suatu keharusan. Saya sendiri tidak tahu setelah saya selesai tugas belajar nanti apakah saya masih ditempatkan di BUTTMKP atau mengemban tugas baru di tempat lain. Semoga saya ditempatkan di seputaran Jakarta, entah di Pelabuhan Tanjung Priuk, Bandara Soekarno Hatta, Laboratorium Karantina di Jakarta Timur atau kantor pusat di Jakarta Selatan.

Sejujurnya saya sudah jatuh cinta setengah mati dengan kantor saya yang sekarang. BUTTMKP adalah tempat pendidikan dan pelatihan petugas Karantina se-Indonesia. Calon PNS yang baru masuk wajib mengikuti pelatihan selama 3 bulan untuk golongan 3 (dokter hewan dan Sarjana Pertanian) dan 4 bulan untuk golongan 2 (lulusan D3 dan SMA). Selain itu, di BUTTMKP-lah tindakan karantina berupa perlakuan diujiterapkan sebelum disebarluaskan ke seluruh UPT Karantina se-Indonesia.

Sebenarnya saya sudah tidak berkewajiban datang ke kantor, karena sedang diberi tugas untuk belajar lagi hingga tahun 2017. Tetapi hari ini saya menyengajakan diri karena ada sesi foto bersama seluruh pegawai.

Saya menyukai fotografi sejak dulu dan biasanya saya bertugas mengatur pose teman-teman untuk pemotretan. Penata gaya mungkin istilahnya ya. Saya sering gemas bila melihat hasil foto yang kurang cantik padahal objek fotonya bagus. Si cerewet adalah julukan saya di kantor hahaha.

Maka pagi ini dimulai dengan pengambilan foto pegawai satu persatu. Seluruh pegawai sudah diinstruksikan untuk menggunakan seragam karantina yang paling baru supaya warnanya seragam. Tidak "bluwek" karena kebanyakan dicuci. Serta menggunakan pangkat dan atribut lengkap plus sepatu hitam mengkilat. Tapi ... ahhhh ... mengambil nafas dulu saya. Ada saja yang menggunakan seragam karantina edisi lama yang warnanya sudah tidak layak pandang, atribut kurang lengkap, plus sepatu berwarna coklat. Saya meminta kepada mereka yang menggunakan seragam karantina lama, untuk difoto dalam kesempatan yang lain saja.

Sebenarnya saya juga sudah meminta untuk melakukan sesi foto bersama pagi hari sebelum jam 9, untuk mendapatkan sinar matahari yang tepat dan tidak terlalu panas. Tetapi ada saja halangan untuk pengumpulan seluruh pegawai ke lokasi pemotretan... *sigh*...

Pukul 9 lewat saat seluruh pegawai berkumpul di tangga Gedung Auditorium. Sinar matahari sudah mulai terik dan saya sudah bermandi keringat mengatur posisi teman-teman. Pegawai BUTTMKP hanya sedikit sebenarnya, kurang dari 50 orang. Tetapi mengatur mereka untuk berada dalam posisi yang tepat memang agak susah. Itu sebabnya mungkin saya diberdayakan, ... hahaha ... karena sayalah yang cukup cerewet untuk mengatur dan "meneriaki" mereka yang sukar diatur.

Sebenarnya saya berkeinginan untuk melakukan pemotretan juga di depan Gedung Pendidikan, tetapi sayang waktu kurang mendukung. Oh iya, BUTTMKP berlokasi di lahan seluas kurang lebih 5 hektar. Terdiri dari 5 gedung utama yaitu gedung pendidikan berlantai 4 berisikan kelas-kelas dan laboratorium; gedung auditorium yang terdiri dari ruangan cukup luas di lantai 2 untuk menampung hingga 500 orang dalam posisi duduk serta ruangan administrasi di lantai pertama; gedung asrama berlantai 4 yang terdiri dari 116 kamar standar setara dengan hotel bintang 3 dan 2 kamar VIP; gedung latihan yang dilengkapi dengan 2 kontainer berpendingin, kontainer standar, mesin X-Ray dan incinerator; Animal Cage yang berisikan berbagai macam hewan antara lain kucing, anjing, ular, kambing/domba, ayam , burung dan iquana.

Setidaknya foto bersama tahun sebelumnya pernah berlokasi di depan gedung pendidikan dan gedung asrama. Memang baru kali inilah kami berpose di depan gedung auditorium.

Pukul 10 lewat ketika pemotretan selesai. Begitu kembali masuk ke ruangan administrasi di gedung auditorium, "Mak nyes" rasanya ... adem. Untunglah hari ini cukup cerah walau membuat gerah. Saya jadi mengingat foto bersama tahun 2013.

Pagi bulan Januari 2013 mendung menggantung sejak subuh. Pukul 7.45 saya sudah meminta seluruh pegawai berkumpul di depan gedung asrama. Matahari mulai bersinar, saya sedikit lega. Atur sana sini, pemotretan selesai juga satu jam kemudian. Tetiba awan hitam bergulung-gulung datang. Saya masih berusaha mengambil foto kelompok per kelompok. Kelompok karantina hewan, kelompok karantina tumbuhan dan kelompok administrasi. Mendadak hujan turun tanpa didahului rintik-rintik, langsung deras. Kami pun pontang panting berlari meneduh. Sebagian dari kami basah kuyup hahaha...

Persiapan foto bersama tahun 2013 dengan mendung menggantung yang berarti hujan hehehe. Lokasi di depan gedung asrama BUTTMKP.

Tahun 2015 cuaca cerah dan foto diambil sebelum jam 9 sehingga hasilnya juga cukup memuaskan. Sayangnya, seragam karantina kami berwarna tidak seragam. Waktu itu seragam dengan warna baru, baru saja ditetapkan dan belum semua orang memilikinya. Akibatnya saat foto terlihat jelas blang bonteng warna seragam kami.

Persiapan foto bersama tahun 2015, terlihat seragam dan jilbab yang dikenakan tidak seragam. Yang perempuan pun tidak semuanya menggunakan rok. Lokasi di depan gedung pendidikan BUTTMKP.

Saya tadi tidak sempat melihat hasil foto bersama tahun ini lebih mendetail di komputer. Semoga hasilnya lebih bagus dari tahun lalu. Yang saya suka dari foto kali ini adalah, jilbab yang kami kenakan sudah seragam, seluruh perempuan menggunakan rok, dan baju yang dikenakan lebih rapi dari tahun lalu.

Pegawai perempuan BUTTMKP ... yang bilang kami tidak cantik harap berhenti membaca blog ini hahaha... Lokasi di tangga gedung auditorium BUTTMKP.

Ahhhh ... tidak sabar menunggu hasil foto bersama tahun ini diperbesar dan dipajang di kantor. Sayangnya saya tadi harus buru-buru pulang, sehingga tidak sempat melihat satu persatu hasil fotonya.

Sejak kuliah lagi, anak-anak tidak memperkenankan saya pulang terlalu larut. Mereka menghendaki saya sudah di rumah saat mereka pulang sekitar pukul 16 dari sekolah. Itu sebabnya saya segera pulang sehabis makan siang tadi.

Inilah nikmatnya sekolah lagi, bisa sering ada di rumah; sesekali menjemput si bungsu dari sekolah; dan bila ke kantor tidak terikat absen sehingga bisa datang dan pulang jam berapa saja.

Yuhuuuu yang di kantor, kirim foto bersama tadi via email ya ... ditunggu dengan penuh debar ... hehehe ...


#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#hari_kelima
#tugas_minggu_pertama






Selasa, 02 Februari 2016

TIPS BUAT MOMMY REMPONG YANG KULIAH LAGI

TIPS BUAT MOMMY REMPONG YANG KULIAH LAGI
- JULIA ROSMAYA

Diberi kesempatan untuk kuliah lagi di usia yang tidak lagi muda haruslah dinikmati. Walau keraguan meraja di hati, bisakah, mampukah, kuatkah? Tetap semangat itu nomor satu.

Sebagai mommy rempong dengan dua anak, duduk manis di kelas dan mengerjakan tugas kuliah perlu kekuatan lebih. Untuk bisa bertahan di dunia kampus yang begitu keras ini haiyaahhh ... diperlukan tip-tip tersendiri. Berikut adalah tip-tip penting gak penting yang perlu diketahui bagi mommy rempong.

1. Penampilan
Mommy rempong yang biasanya berpakaian resmi ala kantoran sebaiknya menyimpan baju resminya untuk sementara. Blazer, rok pensil, kemeja resmi, gamis bernuansa resmi, sepatu hak lancip 12 cm, dan segala macam pakaian berbau "bisnis" atau "pejabat" ditaruh saja di almari bagian belakang. Saatnya menggunakan kemeja ala mahasiswa, sepatu nyaman tanpa hak, rok bunga-bunga, celana bahan yang nyaman dipakai. Intinya mari membaur di kampus. Jangan sampai teman kuliah enggan menyapa karena pakaian yang digunakan mommy membuat mereka segan. Tetap ada big no no bila di kampus. Sebaiknya hindari menggunakan celana jeans ketat atau baju ketat yang memperlihatkan bentuk tubuh mommy. Bagaimanapun badan mommy dan badan para gadis di kampus itu berbeda jauh. Kasihanilah para mahasiswa yang dipaksa melihat lemak tubuh mommy di balik baju ketat itu... hehehe.

Gunakan sepatu yang nyaman karena beberapa kampus tidak menyediakan elevator, yang ada hanya tangga. Kebayang kan kalau harus kuliah di lantai 4 menggunakan sepatu cantik berhak 12 cm? Bisa gempor kaki mommy sepulang kuliah. Apalagi bila dalam sehari harus kuliah di ruangan dan lantai yang berbeda-beda pula. Atau harus konsultasi dengan beberapa dosen di lantai yang berbeda-beda. Tetapi bila sudah terbiasa menggunakan sepatu tinggi dan nyaman untuk melangkah kesana kemari dan naik turun tangga kenapa tidak? Gunakan saja. Kan katanya sepatu yang oke itu meningkatkan kepercayaan diri... hahaha ... betul gak para shoe fetish?

Terbiasa berbulu mata palsu dengan make up mata lengkap? Atau bedak tebal 5 cm? Ganti gaya dandan mommy selama masa kuliah. Tidak semua ruangan kelas dilengkapi dengan pendingin udara yang baik, belum lagi saat berjalan mengejar dosen untuk konsultasi. Jangan sampai make up mommy malah luntur dan eye liner lumer membasahi pipi. Bukan berarti tidak dandan sama sekali... wah jangan. Bedak tipis plus lipstik dan pensil alis wajiblah digunakan. Dosen pun senang melihat mahasiswanya segar dan cantik.

2. Sikap
Mommy rempong yang tadinya pejabat alias bos besar, bos sedang atau bos kecil di kantornya, sebaiknya menanggalkan sifat "bossy" nya itu. Ingatlah bahwa mahasiswa adalah kasta terendah di kampus hehehe... segitunya ya. Jangan mentang-mentang dosen berusia lebih muda dari mommy maka mommy bisa seenaknya bersikap. Atau dosen yang biasanya menjadi rekan kerja saat ngantor dulu diperlakukan sama.. hadeuhhh jangan. Ingat aturan nomor satu, dosen itu selalu benar ...

Jangan sok bossy juga ke staf administrasi di kampus, tanpa mereka kampus tidak bisa berjalan lho. Terkadang menjalin hubungan baik dengan mereka akan melancarkan jalan para mommy ke gerbang wisuda.

Saat ini, banyak mahasiswa yang langsung melanjutkan kuliah S2 segera setelah lulus. Tanpa jeda untuk bekerja. Bahkan ada banyak program yang memberikan beasiswa untuk langsung meraih gelar Doktor. Mereka-mereka ini ilmunya masih segar, daya ingat masih baik. Ibarat versi Android, versi mereka Lollipop 5.1 sedangkan mommy mungkin hanya versi Kitkat 4.4 atau malah Jelly Bean 4.0. Versi lebih rendah lagi tidak mungkin rasanya hehehe. Ingat mommy bisa lulus ujian TPA artinya mommy dipandang mampu untuk kuliah S2 atau S3.

Menjalin hubungan baik dengan para lollipop ini wajib hukumnya. Mereka masih ingat siklus kreb, masih ingat cara kerja sistem imun dengan detil sementara mommy masih berusaha mengingat-ingat nama lapisan terluar dari kulit itu apa. Bukan berarti mommy bodoh. Tetapi ilmu-ilmu dasar itu sudah terlupakan karena dipelajari lebih dari 10 atau 20 tahun yang lalu. Jadikan mereka mentor saat mommy belajar. Terkadang cara termudah untuk belajar bukan duduk manis dan menghafal seperti masa S1. Tetapi mendengarkan mereka presentasi atau menerangkan lebih mudah masuk ke otak daripada belajar sendirian.

3. Lain-lain
Mahasiswa identik dengan laptop dan diktat kuliah. Biasanya semua barang itu dimasukkan ke dalam tas ransel yang cukup besar. Atau malah membawa dua tas. Tas tangan dan tas laptop. Terkadang mommy harus ke kampus sendirian tanpa adanya teman sekelas karena harus konsultasi atau penelitian. Diperlukan ketrampilan khusus untuk menggunakan toilet sambil membawa tas ransel besar.

Toilet kampus itu tidak seperti toilet mall yang dilengkapi dengan gantungan tas di pintu, tissu dan air yang melimpah. Bila ada teman, mommy bisa menitipkan tas di teman tadi. Tapi bila sendirian? Mau tidak mau tas dibawa masuk ke toilet. Disinilah sepatu yang nyaman itu diperlukan. Tas ransel yang berat di punggung membuat kerepotan tersendiri saat mommy jongkok atau duduk untuk menunaikan hajat. Hati-hati ya Mom, jangan sampai tas malah tersiram air atau mommy jatuh di toilet. Siapkan selalu tissu basah dan kering untuk keperluan di kamar mandi. Kebersihan kamar mandi mahasiswa memang agak kurang di kampus.

Bila mommy menjaga asupan makan, hati-hati bila duduk di kantin kampus. Harga yang murah dan tampilan makanan yang menggoda bisa membuat mommy gagal diet. Batasi asupan gorengan dan minuman manis. Ingat Mom, umur tidak lagi muda, makanan yang masuk perut harus dijaga. Bila ingin juice minta tanpa gula. Bila ingin gorengan cukup satu saja. Bila sempat bekali diri dengan buah potong dari rumah. Duduk bersama para lollipop di kantin mahasiswa sambil jajan sana sini dijamin membuat diet ambyar berantakan hehehe.

Sekian beberapa tips penting untuk para mommy yang kuliah lagi. Semoga bermanfaat ya Mom ...


Note :
Julia Rosmaya adalah mommy dokter hewan karantina yang sedang menempuh pendidikan S3 di IPB

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#hari_keempat

Pengikut