Tampilkan postingan dengan label about me. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about me. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Februari 2015

CACAR AIR

Beberapa hari ke belakang dan seminggu ke depan,  aku memerankan diri jadi perawat. Anak keduaku tertular cacar air. Dulu saat kakaknya terkena cacar air, dia hanya ikutan demam tapi cacarnya tidak tertular. Selain dia, lima orang teman sekelasnya juga tertular cacar air.

Cacar air adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella simplex yang bersifat sangat menular. Penularan terjadi melalui udara dan juga melalui kontak langsung. Penularan melalui udara disini maksudnya adalah, penderita dapat menularkan penyakit ke orang sekitarnya tanpa melalui sentuhan langsung tapi melalui udara.

Masa inkubasi dari mulai tertular hingga gejala penyakit pertama timbul adalah 1-2 minggu. Gejala pertama dari penyakit ini adalah rasa tidak enak badan, diikuti oleh demam ringan dan rasa pegal kemudian muncul semacam ruam merah di penggung atau dada penderita. Ruam merah ini kemudian membentuk semacam benjolan berisi air. Inilah yang disebut cacar air.

Sebenarnya sudah ada vaksin untuk mencegah cacar air, sayangnya kedua anakku tidak divaksin cacar air dulu.

Seperti penyakit yang disebabkan oleh virus, cacar air dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus. Yang diperlukan adalah kondisi tubuh yang bagus untuk mencegah infeksi tambahan oleh bakteri. Obat yang diberikan bukan untuk membunuh virusnya secara langsung tapi hanya membantu mempercepat proses penyembuhan serta mencegah infeksi lanjutan.

Yang berbahaya adalah demamnya. Sehingga asupan minum harus diperhatikan. Bila anak mendapat antibiotika, perhatikan aturan pemberiannya. Jangan berikan susu bersamaan atau berdekatan dengan antibiotik.

Perhatikan kebersihan kulit. Karena saat cacar air mulai mengering, infeksi ikutan oleh bakteri dapat terjadi.

Kedua anakku dari kecil tetap kumandikan walau mereka sedang sakit. Karena menurutku, mandi itu penting. Badan akan terasa segar dan itu adalah salah satu cara mempercepat kesembuhan. Selain itu, mandi dengan tambahan cairan antiseptic juga bermanfaat mengeringkan bekas cacar dan mencegah infeksi bakteri.

Sehabis mandi, kutaburi dia dengan bedak herocyn, untuk mengurangi rasa gatal yang ditimbulkan.

Syukurlah soal minum obat bagi kedua anakku juga tidak ada persoalan karena mereka tahu bahwa obat sepahit apapun itu wajib diminum bila mereka sakit.

Seseorang biasanya hanya sekali menderita cacar air seumur hidupnya. Tapi ada juga virus yang bersifat dorman di dalam tubuh seseorang dan akan muncul kembali dalam bentuk herpes kulit saat kondisi tubuhnya menurun.

Itu sekilas mengenai cacar air. Undur diri dulu untuk memanjakan yang lagi sakit.


BANGJO

Seorang teman baru saja pulang dari sebuah seminar di Solo. Ketika kutanya “Gimana pak kota Solo? Tersesat gak di sana? Ketemu bangjo gak?” ….

Dia malah balik bertanya, “Memang bangjo apa sih?’…. Kujawab, ”Bangjo tuh abang ijo alias lampu merah. Abang bahasa jawa dari merah dan ijo ya hijau!”….

Dia langsung tertawa ….”Pantas kita tersesat terus…… kan tanya arah ke orang dijawabnya gini….nanti setelah bangjo bapak ngetan .. terus bangjo lagi ngulon….karena di mobil gak ada yang bisa bahasa jawa ya cuma ngangguk-ngangguk sok ngerti …. Kita kira bangjo itu nama toko atau pasar… pantesan dicari toko bangjo gak nemu…. Hahahaha….”

Aku juga ikutan tertawa terbahak-bahak karena ingat belasan tahun yang lalu waktu pertama mau kuliah ke Yogya juga gak tau arti bangjo itu apa.

Alkisah waktu itu aku diantar dengan mobil oleh mama dan supir karena kebetulan papa sedang ada kesibukan yang tidak bisa ditinggal. Sampai Yogya kurang lebih jam 4.30 dini hari. Kami bertiga tidak ada yang ingat jalan menuju UGM, sehingga bertanyalah kami ke abang becak. Jawabnya sama ada kata bangjo, ngetan, ngulon…. Halah…. Pokoknya kita malah mutar-mutar gak karuan di situ…..

Berminggu-minggu kemudian aku baru tahu arti bangjo itu ya lampu merah. Dan ternyata dari lokasi kami bertanya itu ke arah UGM sudah dekat hanya tinggal kurang dari 2 km lagi, tapi karena tidak tahu, kami malah mengambil jalan memutar yang lebih jauh.

Kebiasaan orang Yogya dan mungkin juga daerah Jawa pada umumnya bila ditanya arah bukannya bilang ke arah kiri atau kanan, depan atau belakang tetapi ngetan (wetan), ngulon (kulon), ngalor (lor) dan ngidul (kidul). Arah mata anginlah yang menjadi patokan. Duh beneran bingung kalo menanyakan arah dan tersesat sudah pasti itu.

Sampai akhirnya seorang teman membantu dengan mengatakan, “Gampang May, kamu tinggal cari dimana gunung Merapi. Nah gunung Merapi itu arah ngalor alias utara dan lurus di depannya berarti ngidul alias selatan. Kalo kamu sudah tau arah utara gampang tho mencari arah wetan alias timur dan kulon alias barat?”.

Dia juga bilang, “kenapa sih orang Jakarta itu malah lebih familiar dengan kiri atau kanan kalau menunjukkan arah, kenapa gak nyari penanda alam seperti kita orang Yogya ini?” ….

Hmmmm dia tahu gak ya kalo di Jakarta itu gak ada gunung…. Adanya juga gunung sahari …. Hehehe. Memangnya Gunung Gede keliatan dari Jakarta? Terus kalo matahari yang jadi patokan, gimana di malam hari kan bingung juga cari timur dan barat…..

Akhirnya tips “mencari gunung merapi” itu kuterapkan selama tinggal di Yogya. Tidak lupa sambil bernyanyi “Timur, Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat, Barat Laut, Utara, Timur Laut” Untuk menandai arah yang kucari. Tapi ketika tips itu kuterangkan ke teman yang baru pulang dari Solo tadi dia malah balik bertanya “Memang gunung merapi keliatan dari Solo?”…. nah lo … gimana jawabnya ya …??? Hahaha….

Note : terima kasih buat wiwin dan abdul yang bertahun-tahun lalu mengajari tips di atas

Kamis, 18 Februari 2010

My Bag Insider

Aku bukan termasuk orang yang fashionable, membeli baju, sepatu, tas dan sejenisnya karena kebutuhan bukan keinginan atau sekedar ngikutin mode. Sepatu dibeli karena memang butuh dan nyaman dipakai. Untunglah sehari-hari di kantor pake seragam jadi gak puseeenggg mikir harus pake baju apa hari ini. Punya tas juga sesuai kebutuhan, tas ke kantor n tas buat jalan ama keluarga.

Khusus untuk tas, ada syarat khusus. Tas itu harus cukup besar dan kuat karena dipakai untuk membawa segala macam barang. Paling malas membawa 2 atau lebih tas kecil mungil, prinsipku mending bawa 1 tas guede daripada bawa 2 tas kecil.

Dulu waktu kuliah Kenapa sih tas ku harus besar? karena harus muat segala macam. Oke mari kita liat isi tasku...
1. Dompet... ini sih wajib ya. Ukuran dompetku agak besar karena ya itu tadi harus bisa muat uang, segala macam kartu identitas, kartu atm, foto dll
2. Dompet HP... isinya HP GSM n HP CDMA plus apa tuh yang buat dengerin lagu? Ear phone ya? 2 ear phone buat 2 HP itu
3. Kotak kacamata... isinya kacamata n kain pembersihnya
4. Tas kosmetik ... berisi ikat rambut, pelembab muka, pelembab leher, sunscreen, bedak tabur, kaca, pensil alis, 2 lisptik, pemerah pipi, body lotion, tisu basah, tisu muka, brush buat pipi, oxigenated spray buat muka.... wah banyak juga ya??
5. Sisir sikat yang agak gede. Kalo kecil gak sanggup merapikan rambut keriting kalo lagi gimbal
6. Dompet koin ... isinya ongkos transportasi hari itu, biasanya isi maksimum hanya 50 rb
7. Antis buat bersihin tangan kalo mau makan
8. Tissue buat ngelap keringat kalo naik mobil non ac
9. Sapu tangan (tapi ini jarang bawa karena suka ketinggalan)
10. Kalau mau piket, bawa baju ganti buat besok. Berarti, seragam 1 stel, baju dalam buat 2 hari plus handuk
11. Kalau gak piket berarti cuma bawa seragam atasan waktu berangkat kemudian pulangnya baju yang tadi dipake waktu berangkat yang masuk tas
12. Plastik berisi cadangan celana dalam plus pembalut... wajib ada karena kadang gak bisa pulang. Walau di kantor sebenarnya selalu ada cadangan baju n daleman... tapi bawa cadangan di tas rasanya lebih aman
13. Jaket... maklum orang kampung gak tahan AC. Kalo dapat bis AC yang rada bagus jadi AC nya super dingin... wajib pake jaket kalo gak bisa mengkerut kedinginan. Apalag kan di bis minimal 3 jam tuh, wah bisa-bisa keluar bis gak bisa jalan karena membeku di tempat hahahaha
14. Kalo musim hujan biasanya bawa payung atau topi
15. tupperware plus sendok yang isinya bekal sarapan pagi. Maklumlah ibu-ibu, saking sibuknya kalo pagi, mana sempat sarapan di rumah, padahal menurutku "the most important meal of the day is breakfast". Jadilah sarapan di dalam bis yang melaju menembus kemacetan jakarta
16. Botol Aqua ukuran 600 ml... dulu sih rada keren bawa tempat minum tupperware atau sejenisnya tapi berhubung malah suka ketinggalan akhirnya pake aja botol Aqua yang dibuang setelah 3-4 kali isi ulang.
17. Obat sakit kepala, flash disk, pulpen dll
18. Novel ... ini wajib ada karena perjalanan panjang dari rumah ke kantor dan sebaliknya, atau pas bosen mending baca buku. Terkadang bawa harlequin yang tipis, tapi pernah juga Harry Potter 7 english edition ikutan masuk tas..
lagi centil-centilnya, terdorong keinginan pengen keliatan beda, terbelilah tas mungil kulit yang harganya cukup mahal buat ukuran mahasiswa. Tapi tas itu gak bisa muat buku apalagi diktat yang ukuran lebih dari A-4.... lah terpaksalah selain membawa tas "gaya" itu nenteng satu tas lagi buat tempat diktat n teman-temannya. Wuah repot, belum kalo giliran praktkum harus bawa jas lab... Akhirnya tas itu dipensiunkan dini, kepake cuma pas malam mingguan ama "ehm ehm". Itu juga jarang, karena paling bawa dompet masuk ke dalam celana jeans terus berangkat, semakin terbengkalailah tas itu.

Sejak mulai kerja di Merak, sering dapat jatah tas dari berbagai macam diklat atau seminar. Tahu kan seperti apa model tas dari diklat itu. Karena besar dan muat segala macam, maka tas diklat lah yang menjadi tas sehari-hari ke kantor. Sampai suatu saat, lamaaa.... gak ikut pelatihan atau seminar apa pun hingga tas yang kupakai resletingnya kebuka gak bisa ditutup lagi. Bos yang dulu sampai kasihan melihat tas ku itu n berkata..." Aduh bu Maya.... kok tas nya sampai seperti itu? Sini saya kasih tas!"... hehehe... malu gak sih dikomentari bos begitu? Beliau dengan berbaik hati memberikan tas Rateknas jatah bos2 yang kualitasnya lebih bagus daripada jatah kroco-kroco kayak aku. hmmmm banyak kan yang harus dibawa... makanya butuh tas guede n kuat menampung segala macam barang itu. Tas yang kupake sekarang ini sejak tahun 2007, dibeli di Elizabeth Atrium Senen dengan harga 100 rb an. Bahannya dari Jeans biru dengan satu kompartemen. Yang enak itu resletingnya panjang dari ujung ke ujung, jadi mudah ngeluarin atau masukin barang. Sekarang resletingnya udah rada ngambek, suka gak mau diajak kerjasama n menutup dengan rapat, mungkin udah waktunya diganti.

Ada cerita soal tas jeans biru ini... suatu hari, bos yang sekarang melihat aku dari lantai atas kantor baru turun dari ojek sambil membawa tas besar itu. Karena naik bis pulogadung non AC, tampangku awut-awutan gak jelas gitu hehehe... berkatalah dia ke Melani.."Bu Melani... itu tuh ada mbak-mbak yang biasa datang nawarin baju, masa sih jam segini bu... tolong disuruh pulang aja!".... waks... kejamnya... Melani lalu melongok ke bawah, katanya... "Lho pak itu sih bu Maya yang baru datang bukan mbak-mbak tukang kredit baju!!"..... hahahahaha.... teganya big bos... masa aku disangka si mbak tukang kredit baju....

Tapi walau bagaimanapun bentuknya, aku cinta pada tasku ini. Kemarin dia sudah nemenin aku menjelajah Malaysia dari Kuala Lumpur sampai perbatasan Thailand. Karena isinya lengkap, biasanya semua orang pada mendekat kalau butuh tissue basah, tissue kering sampai obat sakit kepala... asyik kan banyak yang mendekat hahaha... Termasuk seseorang yang sok PDKT ... ada aja tuh alasan minta sesuatu dari tas... *GR Mode On*


Pengikut