Minggu, 01 Februari 2015

From Cilacap With Pain

Ardi tidak tahu dia ada dimana, apakah sekolah yang dituju masih jauh atau sudah dekat. Percakapan yang berdenging di sekitarnya membuat dia bertambah lelah. Logat Jakarta orang-orang itu membuatnya marah. Hah, kenapa om Anton begitu tega, gerutunya dalam hati. Lima belas menit yang lalu dia diturunkan di perempatan jalan dengan hanya sedikit petunjuk untuk berjalan terus dan mencari sendiri sekolah yang dia tuju. Om Anton yang dipercaya mama papa untuk mengantarnya daftar ulang terlambat menjemput kekasih tercinta, sehingga Ardi diturunkan di perempatan itu.

Ini tidak akan terjadi bila papa tidak dipindahkan ke Jakarta, gerutunya lagi. Teringat 5 bulan yang lalu dia masih Di Cilacap mempersiapkan diri untuk ujian akhir SMP ketika seluruh keluarga harus pindah ke Jakarta. Untunglah dia masih bisa menempuh ujian akhir di SMP swasta dekat rumah baru mereka. Bila tidak, entah bagaimana nasib masa depannya. Saat ini dia berhasil diterima di SMA 12 Kebun Singkong yang katanya SMA terfavorit di sekitar situ. Dan tantangan yang harus dijalaninya hari ini adalah menemukan lokasi sekolah itu.

Setelah 15 menit lagi berjalan dan bertanya ke dua orang sampailah dia di SMA 12. Huh, gerutunya lagi. SMA favorite tapi gedung bangunannya kenapa jelek dan berada di lingkungan kumuh pula. SMA swasta terjelek di Cilacap saja memiliki gedung yang lebih bagus,  kenapa aku harus menuruti kata guru-guru di SMP kemarin untuk memilih sekolah ini, katanya dalam hati. Masih menyesali nasibnya yang terpuruk dan jatuh di tangga pula.

Ardi berusaha mencari ruangan untuk mendaftar ulang, sekolah sudah sepi. Hanya ada satu dua anak seperti dirinya yang membawa berkas daftar ulang. Kenapa tidak ada petunjuk dimana harus mendaftar ulang, katanya lagi dalam hati. Yang dia inginkan saat ini adalah segelas besar minuman dingin dan senyuman manis. Di kejauhan dilihatnya ada seorang anak sebaya dirinya sedang membetulkan tali sepatu.

Didekatinya anak itu... "Hai mas, dimana lokasi daftar ulang?",..... Tidak dipedulikannya tatapan tidak suka yang tampak di mata anak itu.

Mata mereka saling memandang, Ardi yang tidak sabar hendak meninggalkan anak itu dan mencari orang lain untuk bertanya. Untunglah anak itu tersenyum dan membawanya ke ruangan tempat daftar ulang dilakukan.

Anak itu tetap berada di ruangan hingga Ardi selesai melakukan daftar ulang. Ardi baru menyadarinya ketika dia hendak melangkah keluar.

"Hai anak songong dengan logat aneh, bagaimana kalo elo gw traktir minum di warung sana itu?"...

Dan persahabatan terjalin...

#truestory #menulissetiaphari #silveryear1291

Rabu, 28 Januari 2015

RISOLES RINDU

Sudah beberapa hari ini sejak kuputuskan bahwa perjalanan kita tidak bisa berlanjut lagi, kurasakan tubuhku tidak bisa menanggung beban kesedihan. Saat sedang menyelesaikan laporan akhir kurasakan demam menyerang dan tanpa peringatan aku ambruk. Dengan susah payah kuusahakan untuk pulang ke kost. Untunglah kostku dan kampus hanya berjarak sepelemparan batu. Hanya sempat membuka sepatu dan aku langsung jatuh tertidur di tengah demam. Beberapa jam kemudian aku terbangun dan saat ku lihat hp, begitu banyak panggilan tak terjawab belum lagi chatting dari wa dan bbm yang bertanya aku dimana. Begitu melihat satu nama di antara panggilan tak terjawab itu, hatiku bergetar... Dia... Dia mencariku. Padahal hampir sebulan kami sudah tidak saling berhubungan. Apakah rasa di antara kami masih saling terhubung sehingga dia merasa bahwa aku sakit. Entahlah..... Di tengah kebimbangan dan rasa pusing di kepala yang memuncak, kedengar ketukan di pintu kamar. Ternyata anak ibu kost yang memberitahu bahwa ada tamu untukku. Ingin kutolak kehadiran tamu itu, tapi ada sesuatu di dalam hati bahwa tamu ini harus ketemui. Dan ternyata dia...dia melihatku dan langsung tahu bahwa ada yang tidak beres denganku. Segera dia membawaku ke rumah sakit. Setelah dokter selesai memeriksa dan kami sedang menunggu obat di apotik, kulihat bungkusan plastik di tangannya. Apa itu kataku...Yang merupakan kata pertama sejak aku bertemu dengannya. Dia memberikan bungkusan itu dan ternyata berisikan risoles mayo daging asap kesukaanku. Katanya, dia mendadak ingin membelikan risoles ini, tapi saat telponnya tidak kuangkat dia segera pergi ke kost untuk memberikan langsung. Saat itu aku tahu bahwa tidak hanya aku yg memendam rindu tapi dia juga. Entahlah apa yang akan terjadi setelah ini, risoles ini rasanya akan sedikit merubah hubungan kami. Bila tidak bisa menjadi pasangan setidaknya kami bisa jadi teman baik...mungkin... #fiksi #sekolahperempuan

Pengikut