Kamis, 03 Maret 2016

KARGO JENAZAH

KARGO JENAZAH
- Julia Rosmaya

Kemarin, Rabu 2 Maret 2016 Badan Karantina Pertanian kehilangan salah seorang putra terbaiknya. Drh. Adi Mardin, kepala bidang Balai Besar Karantina Pertanian Belawan. Beliau berpulang saat mengikuti Diklatpim 3 di Ciawi.

Kesibukan rekan-rekan di Bandara Soekarno Hatta dalam mempersiapkan kepulangan Almarhum ke tanah kelahiran di Aceh mengusik rasa ingin tahu saya. Terus terang saya tidak tahu menahu mengenai proses pengangkutan jenazah di pesawat.

Setelah bertanya ke rekan yang biasa mengurus dan browsing sana sini, saya menemukan link berikut yang berisi keterangan seperti tersebut di bawah ini;

Pengiriman jenazah melalui kargo atau pesawat terbagi menjadi dua :

A. Uncremated in coffin
adalah masih berupa jasad dan pengangkutannya memakai peti yang dilapisi seng (untuk mencegah kebocoran dan mencegah bau dari jenazah). Ada beberapa persyaratan untuk mengirim jenasah antara lain :
- Ukuran peti harus sesuai dengan ukuran pintu pesawat.
- Jenazah tidak dapat diangkut apabila penyebab kematian disebabkan oleh penyakit menular.
- Surat yang diperlukan dalam pengangkutan jenazah adalah:
- Surat keterangan sebab kematian
- Keterangan kematian/akte kematian
- Surat ijin keluar untuk membawa jenazah
- Bila WNA harus ada ijin dari kedutaan setempat
- Surat dalam jawatan kesehatan yang menyatakan bahwa peti jenazah telah memenuhi persyaratan
- Surat jaminan dari si pengirim bahwa jenazah akan dijemput ditempat tujuan, kecuali ada pengantar
- Jenazah sudah disuntik decay injection dan di balsem.

B. Cremated in coffin
adalah jenazah yang sudah berupa abu/ashes, biasanya berupa guci/kotak.

Jenazah menurut forum percakapan di Indoflyer.net, dikategorikan sebagai HUM atau Human Remain. Jenazah diperlakukan seperti cargo, dengan ditimbang terlebih dahulu serta memenuhi ketentuan seperti di atas. Biaya yang dikeluarkan untuk membawa jenazah di pesawat tentu saja lebih mahal daripada tiket pesawat. Untuk lebih pastinya berapa saya kurang tahu.

Selain itu, menurut rekan karantina di Bandara Soekarno Hatta, proses pemasukan cargo jenazah ke pesawat harus terlebih dahulu daripada barang-barang penumpang, minimal 3-4 jam sebelum pesawat berangkat. Pesawat yang mengangkut jenazah Almarhum terbang jam 6.30 sehingga jam 2 pagi, peti jenazah telah dibawa ke pesawat.

Dokumen pengiriman jenazah

Stiker pengenal yang terdapat di peti jenazah








Beberapa hari sebelum kepergiannya, Almarhum memposting sebuah renungan di grup yang saya ikuti. Berikut renungan tersebut;

PINJAMI AKU SATU HARI

Perlahan....tubuhku diturunkan ke dalam lubang yang sempit...
Namun dengan cepat kemudian badanku ditimbun tanah
Lalu semua orang meninggalkanku
Masih terdengar jelas langkah kaki mereka

Kini aku sendirian...di tempat yang gelap, tak pernah terbayangkan
Sekarang aku sendiri, menunggu ujian
Suami/istri belahan jiwa pun pergi
Anak... yang di tubuhnya mengalir darahku... juga pergi
Apalagi sahabatku... kawan dekat... rekan bisnis...

Ternyata aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka
Menyesal pun... tiada berguna
Taubat tak lagi diterima
Minta maaf... tak lagi didengar..
Kini aku sendirian mempertanggungjawabkan apa yang pernah aku lakukan...

Ya Allah, kalau boleh...
Tolong pinjamkan satu hari saja milik-Mu
Aku akan berkeliling mohon maaf kepada mereka
Yang telah merasakan kezalimanku
Yang susah dan sedih karena ulahku
Yang aku sakiti hatinya
Yang telah aku bohongi

Ya Allah,,,berikan aku satu hari saja
Untuk memberi seluruh baktiku untuk ayah ibu tercinta
Demi memohon maaf atas kata-kataku yang keras lagi tak sopan
Maafkan aku, Ayah..Ibu..,
Aku sungguh ingin sujud memohon ridha mereka
Maafkan aku
Aku ingin mengatakan bahwa aku sangat berterimakasih
Atas apa yang mereka korbankan untukku

Ya Allah... pinjamkan satu hari saja
Yang akan aku gunakan setiap detiknya
Untuk ruku' dan sujud kepada-Mu
Beramal shalih dengan tulus
Menyedekahkan seluruh hartaku yang tersisa, di jalan-Mu

Menyesaaaaal... sekali rasanya
Waktu-waktuku berlalu dengan sia-sia
Bahkan Al Qur'an firman-Mu dengan malas-malasan kubaca
Andai kubisa putar ulang waktu itu..
Tapi... aku telah dimakamkan hari ini...

Sakitnya sakaratul maut masih menancap pada setiap senti tubuhku yang kini kaku
Tenggorokanku serasa ditancapi dahan besar yang penuh duri tajam
Lalu dahan itu ditarik dengan sekuat tenaga oleh malakul maut
Sakit.... sakit sekali...
Seratus tahun pun tak hilang rasa sakit ini...

Kulit dan tulangku seperti digergaji lalu direbus dalam belanga
Nyeri... panas....masih terasa
Dagingku pun terasa terlepas dari tulangnya
Duhai ... kerasnya tarikan malakul maut itu...

Seandainya aku masih bisa bercerita...
Tentu tak akan tenang tidur teman-temanku yang masih hidup
Seumur hidup mereka tak akan pernah lagi tidur nyenyak..
Andai saja mereka tahu...

Baru beberapa saat dalam gelap...
Masih terdengar sayup-sayup suara sandal orang-orang yang meninggalkanku...
Tanah kuburku masih gembur
Baru saja ditidurkan sendirian
Aku lihat tanah kuburan ini makin lama makin menyempit
Dari kiri, kanan, atas dan bawah, makin mendekat
Aku ngeri... mereka terus menghimpitku dengan kejam

Aku ingin berteriak...tapi tak mampu...
Tubuhku remuk, rusukku bertindihan
Organ-organ dalamku hancur
Inilah yang dijanjikan Allah pada semua mayat, termasuk mayat orang shalih
Akankah diluaskan lagi kuburku setelah ini?
Bagaimanakah aku menjawab pertanyaan ujian setelah ini?
O...andaikan aku bisa keluar dari sini...

#renungan senja tentang masa depan

Ustad. Adil, Lc

Selamat jalan Bapak Drh. Adi Mardin, semoga doa doa yang kami panjatkan melapangkan jalan Bapak ke hadirat ALLAH Yang Maha Esa ... Aamiin


Catatan :
Terima kasih kepada Pak Purwadi Soekarno Hatta atas informasinya

#OneDayOnePost
#BarantanBerduka
#hari_keduapuluhenam


16 komentar:

  1. Informasi sekalian Nasehat... Super banget...

    Abdur-rahiem.blogspot.com

    BalasHapus
  2. Sedihh mba mayaaa.. T.T turut bersuka cita ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak Ratih ... terima kasih
      btw sepertinya salah ketik ... duka cita

      Hapus
  3. Merinding baca pesannya "Pinjamkan aku satu hari"

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ... sebuah pesan yang "menohok" buat kita semua

      Hapus
  4. hiks.. puisinya bikin nangis mbaa

    BalasHapus
  5. Ya Allah,,, usia kita siapa yang tahu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sudah mampir mbak Elsa

      Hapus
  6. Turut berduka cita atas kepergian TS drh. Adi
    Kabid Hewan BBKP Belawan
    Semoga beliau d berikan tempat terbaik d sisi Allah Swt.
    Terima kasih atas segala pengabdian selama ini.

    BalasHapus
  7. Turut berduka cita, Mbak. Masya Allah, tulisannya bikin saya merinding, Mbak. Sungguh kematian itu dekat. Namun setelah ini tidak ada yang tahu siapa yang akan dipanggil duluan. Semoga ketika diperkenankan membawa bekal yang cukup ke akhirat. Amin.

    btw, itu klo bawa jenazah berbentuk abu ribet juga ya? kenapa nggak masukin koper aja gt? hehehehe. Kan jadi nggak kena carge... *asli ini saya baru tahu, Mbak.

    Makasih ya, Mbak sudah menginspirasi lewat tulisan ini. Salam.

    BalasHapus
  8. Subhanallah. .
    Semoga amal beliau di terima
    Allah
    Di ampuni sgla slh nya. Aamiin

    BalasHapus
  9. Trimakasih...tlah diingatkan akan kematian...oya.. trus di bandara itu yg dihubungi bagian apa ya mba utk kepengurusan jenazah.. dan estimasi biaya serta waktu.. masalahnya kan jadwal penerbangan harus strik..

    BalasHapus
  10. Trimakasih...tlah diingatkan akan kematian...oya.. trus di bandara itu yg dihubungi bagian apa ya mba utk kepengurusan jenazah.. dan estimasi biaya serta waktu.. masalahnya kan jadwal penerbangan harus strik..

    BalasHapus

Pengikut