Kamis, 10 Juni 2010

SUSU

Paling sebel kalo lagi beli susu buat anak di hipermarket dikerubuti sales susu merk lain yang berusaha menawarkan susu yang digawanginya untuk dibeli. Katanya, "yang ibu beli tidak mengandung vitamin otak lah... atau susu yang ini mengandung DHA lah atau apalah zat-zat yang katanya.... sekali lagi katanya..... berguna buat perkembangan otak anak.

Memang kenapa sih anak harus diberi susu dengan segala kandungannya itu??? Di Barat sono... yang namanya susu ya susu segar, bukan susu bubuk dengan segala macam tambahan vitamin dll seperti di asia.

Sebentar.... sebelum ada yang komen... mari kita definisikan susu yang saya maksud... Jadi inget pelajaran kesmavet jaman kuliah dulu... "Jangan sebut susu... harus air susu...!!!!" itu kata sang asisten sambil petentengan di depan lab. Susu disini adalah susu yang kita minum, yang bisa diminum, yang berasal dari sapi, kambing, kuda... jelas ya... bukan berasal dari manusia alias ASI (air susu ibu) .....gak boleh komen lho soal ini.. hehehe...

Lanjut... kedua anakku, sejak berumur setahun sudah pakai susu biasa dalam arti tidak menggunakan susu yang khusus untuk anak atau susu formula. Malah kubiasakan minum susu pasteurisasi dan sejenisnya seperti susu cair kotak. Malah yang nomor dua, tidak terlalu suka susu bubuk apapun merk nya. Dia lebih suka susu cair kemasan. Lebih praktis sih kalo bepergian ... gak perlu bawa air panas, susu bubuk atau tempat khusus untuk minumnya.

Dahulu sekali, waktu masih di Yogya, ada keluarga dari Australia numpang tinggal di rumah. Keluarga tersebut memiliki anak berumur 8 dan 10 tahun. Sang bapak heran kenapa susah sekali menemukan susu segar untuk komsumsi. Padahal kalau pagi mereka sarapan dengan susu dingin segar plus cereal. Akhirnya diakali, dibuatlah susu dari susu bubuk kemudian dimasukkan ke kulkas setiap malam untuk sarapan esok harinya. Dia bilang,"You should drink fresh milk not powder milk! Its not good for your health!"

Susu segar atau susu pasteurisasi memang tidak bisa disimpan lama, sehingga mungkin hal inilah yang menyebabkan konsumen Indonesia lebih memilih susu bubuk. Tapi sebenarnya bukankah kita selama ini mau saja dibodohi oleh produsen susu bubuk yang menyatakan bahwa susu produknya yang terbaik karena telah ditambah zat ini, zat itu?? Tentu saja perlu penambahan zat karena dalam proses merubah susu segar menjadi susu bubuk sudah banyak zat yang hilang.

Menurutku pribadi, lebih baik tetap mengkomsumsi susu segar atau susu pasteurisasi atau susu sterilisasi dibanding susu bubuk. Minimal zat gizi yang dibutuhkan tubuh masih dalam bentuk aslinya. Jadi jangan percaya dengan segala promo produsen susu bubuk bahwa susunya yang terbaik. Beli susu bubuk hanya sebagai tambahan saja bukan sebagai sumber utama susu.

Yuk kita galakkan minum susu segar di keluarga kita....

1 komentar:

  1. jadi ingat ada teman yang menang dalam menciptakan jingle minum susu

    BalasHapus

Pengikut