Sabtu, 09 Mei 2015

DONT FEED THE ANIMAL

Beberapa waktu yang lalu, sebagai bagian dari pelatihan yang diadakan oleh Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian (BUTTMKP) kami mengunjungi Taman Safari Indonesia (TSI). Di TSI kami berlatih menangani reptil. Sebagai dokter hewan karantina, keahlian menangani reptil sangat diperlukan di lapangan. Reptil termasuk hewan yang sering dilalulintaskan, tidak hanya ekspor impor tetapi juga antar area.

Tentu saja kami berkesempatan untuk berkeliling di Taman Safari. Sedikit bersenang-senang di tengah pelatihan wajib hukumnya bagi peserta.

Saat itu Taman Safari cukup ramai dikunjungi anak-anak sekolah, juga wisatawan asing terutama dari jazirah Arab. Bahkan saat ini seluruh papan informasi bertuliskan tiga bahasa, Bahasa Indonesia, English dan Arabic untuk mengakomodir wisatawan Arab yang signifikan jumlahnya.

Salah satu hal yang memprihatinkan dari para pengunjung adalah mereka tidak mengindahkan larangan memberi makan hewan yang pengumumannya terpasang dimana-mana.

Bahkan mobil yang didalamnya berisi orang dewasa tanpa anak-anak juga ikut memberi makan hewan. Makanan yang diberi tidak hanya sayuran dan buah-buahan. Tetapi juga semacam kripik, kue, coklat dan bahkan kacang goreng lengkap dengan plastik pembungkusnya.

Sadarkah mereka bahwa memberi makanan yang tidak sesuai dengan jenis makanan yang biasa dimakan itu sangat membahayakan bagi hewan itu sendiri?

Yang menyedihkan, perilaku hewan-hewan tersebut. Seperti pengemis! Mereka mendekati setiap mobil dan berharap diberi makan. Bila mobil yang didekati tidak memberi makan, maka mereka langsung beralih ke mobil berikutnya. Bukankah ini sama dengan perilaku pengemis di lampu merah Jakarta?

Unta, rusa, banteng, anoa dan lainnya bahkan monyet liar ikut berperilaku seperti pengemis.

Tidak hanya di Taman Safari, di Kebun Binatang Ragunan pun banyak hewan yang mengharapkan makanan dari pengunjung. Sampah sisa makanan seperti keripik dan lain-lain yang notabene tidak layak makan untuk hewan bertebaran di dalam kandang.

Mendengar cerita rekan dokter hewan yang bertugas di sana, ada banyak kejadian hewan sakit karena makan plastik atau makanan manusia.

Dan apakah manusia yang memberi makan tersebut merasa bersalah? Saya rasa tidak.

Alasan yang paling sering dikemukan adalah membuat anaknya senang dengan memberi makan hewan. Alasan lain, sayang pada hewan tersebut atau kasihan melihat hewan tersebut meminta makan.

Rasa sayang yang bisa membunuh.

Sejak anak-anak kecil, bila ke kebun binatang atau ke Taman Safari, saya selalu melarang mereka memberi makan hewan. Hewan-hewan tersebut memilik makanannya sendiri dan bukan makanan manusia. Walau yang diberikan buah atau sayuran, saya tetap melarang. Karena hewan akan terdidik untuk menjadi pengemis.


Sayangilah mereka dengan tidak memberikan makanan berupa apapun. Jangan didik mereka menjadi pengemis. Tugas dokter hewan disana tidak hanya mengobati hewan yang sakit akibat salah makan tetapi masih banyak lagi yang lain.

Dan bila ke Taman Safari atau kebun binatang, jangan lupa membawa makanan yang banyak. Buat kita sendiri tentu saja bukan untuk hewan-hewan itu :).

Dont feed the animals if you care

#tamansafari
#veterinarian

1 komentar:

Pengikut